Uncategorized

MAY DAY ! MAY DAY !

DSC_0100

DSC_0107

DSC_0131

DSC_0159

DSC_0210

DSC_0088

CSC_0217

Mayday atau Demo buruh dilaksanakan setiap 1 Mei tiap tahunnya. Sekitar 800 ribu buruh dari berbagai wilayah seperti Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, dll, memadati kawasan-kawasan tertentu yang ditetapkan sebelumnya sebagai lokasi untuk menyuarakan aspirasi mereka, terutama di Jakarta dan sekitarnya.

Lokasi kegiatan demo buruh tahun ini pun berbeda, lantaran bersamaan dengan agenda rutin pemerintah tiap hari minggu di kawasan Bundaran HI, Jakarta:

  1. Pukul 10.00 – 12.00 WIB Istana Negara
  2. Pukul 12.00 WIB Long March menuju GBK
  3. Pukul 13.00 – 14.00 WIB adalah kegiatan May Day Fiesta 2016 dengan bintang tamu Gigi dan Marjinal.

Beberapa tuntutan yang disuarakan oleh para buruh:

  1. Cabut PP. No 78-2015 tentang pengupahan.
  2. Naikkan upah minimun 30%
  3. Stop PHK massal
  4. Dukung Tab. Perumahan Rakyat untuk buruh.

Portrait para buruh ….

1

Zainah (36) Bekerja di PT OFN Purwakarta. Harapannya untuk buruh terutama buruh perempuan adalah penghapusan UU 78, sistem kontrak harus ditiadakan karena sistem kontrak yang terus-menerus tanpa ada batasnya, diadakannya cuti haid atau datang bulan dan akses BPJS agar lebih mudah digunakan untuk kami para buruh, dan perubahan yang lebih baik.

2

Budi (38) bekerja di PT SMURVIT Cikarang. Harapan untuk buruh Indonesia adalah pemerintah memperhatikan buruh agar berimbang dalam segi pendapatan atay upah. Karena di Indonesia upah disama ratakan antara yang berkeluarga atau yang lajang. Sedangkan pengeluarannya pasti berbeda-beda, pemerintah harus memperhatikan nasib buruh Indonesia.

3

Pujiati (40) bekerja di PT. DKI Jakarta. Harapan Puji untuk buruh di Indonesia adalah kesejahteraan, terutama tentang kesehatan dan BPJS yaitu agar diperbaiki karena pelayanannya yang menyedihkan bagi buruh dan anggota keluarganya. Yang kedua tentang UMP Sektoral yaitu tidak perlu didemo atau diaksi karena sudah ada. Harapan untuk buruh perempuan adalah cuti melahirkan selama 14 minggu yang sebelumnya hanya cuti tiga bulan, kami berharap agar ditambah selama satu bula cuti kelahiran.

4

Yuda (22) bekerja di PT Musashi Karawang. Harapannya untuk buruh Indonesia adalah untuk pengupahan tentang PP Pengupahan tahun 2015 nomor 28. Agar pengupahan lebih adil untuk para buruh. Karena biaya hidp di Cikarang lebih mahal. 

5

Ali Kosim (42) bekerja di PT. Crestee Indonesia, Bekasi. Harapannya adalah PP no 78 tahun 2016 harus dicabut karena menghilangkan hak-hak buruh dan berunding masalah upah. Yang kedua masalah outsourcing dan juga kontrak harus lebih bai lagi dan yang ketiga masalah penangkapan aktifis buruh yang memperjuangkan hak buruh di Indonesia tentang kesejahteraan buruh.

WORKERS OF THE WORLD, LET’S UNITE !!!

Advertisements
Standard
Uncategorized

Marjinal ! oi oi !

DSC_0846DSC_0866DSC_0874

Mungkin kalian mengenal band punk yang satu ini, Marjinal. Saya sudah mendengarkan musik Marjinal sejak duduk di bangku SMP. Salah satu alasannya karena lirik lagu yang didendangkan oleh Mike (Vokalis) dan kawan-kawan berbau perlawanan , kritik sosial dan sangat kritis. Jika penasaran coba dengarkan lagu-lagu mereka seperti Negeri Ngeri, Marsinah, Hukum Rimba, dan Globalisasi 😀 *Happylistening .

Note: Meskipun sudah berpuluh kali penulis menyaksikan konser Marjinal tetapi penulis tidak akan bosan *cheers

Marjinal @Car Free Day Jakarta

2015

Photo by Eva Fauziah

Standard
Uncategorized

Operasi Bersih Lingkungan P.Confuse Adv 2016

 

DSC_0995

Kata sambutan dari Lurah Rangkapan Jaya

 

DSC_0993DSC_1030DSC_0112DSC_0098DSC_0130DSC_0088DSC_0074DSC_0068DSC_0120DSC_0139DSC_0187DSC_0148DSC_0219

“Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali” – Tan Malaka ” ― Tan Malaka, Madilog

Happy 3rd Anniversary P.Confuse Adv …. *beer*

Standard
Uncategorized

Cerita Dari Ujung Genteng

Empat sekawan bervespa ria menuju daerah yang cukup jauh dari rumahnya, menuju ujung Jawa Barat, Ujung Genteng …..

Jadi, tujuan kami ke Jampang, Ujung Genteng, Jawa Barat kali ini adalah untuk menghadiri resepsi pernikahan saudaranya Olik yang bernamanya Sahrun. Kebetulan saya juga mengenalnya meskipun tidak akrab, Sekaligus touring berjamaah karena sudah lama tidak menginjakkan kaki ke Ujung Genteng. Oia saya lupa menceritakan, jadi kami berempat (Eva, Olik, Adam, dan Mang Ole) pada Januari 2016 lalu menjelajahi track Jawa Barat dengan dua Vespa *gantianbawanya.

DSC_0537
mampir di salah satu bengkel di Cikaso, karena ban motor bocor 

Perjalanan dimulai pukul 20.00 WIB dari Depok dan sekitar subuh kami tiba di Jampang dengan kondisi yang cukup melelahkan (Kurang transit) karena selama perjalanan kami terus melaju dengan kecepatan tinggi … hehehe … Maklum karena jalanannya sepi, tetapi menariknya perjalanan kami ditemani udara sejuk dan gelapnya hutan belantara. Jadi lumayan seram juga, akhirnyanya kami ngebut semua. Dan terima kasih Tuhan selama Perjalanan tidak ada Trouble yang berarti.

DSC_1003DSC_0001

DSC_0012

Alhamdulillah sudah Sah menjadi Suami Istri. Selamat ya Sahrun dan Istrinya.

Menikmati alam Ujung Genteng ….

DSC_0172DSC_0242DSC_0256DSC_0278DSC_0337DSC_0335

Karena sudah di Jampang, rugi dong kalau tidak mendatangi salah satu tempat wisata. Kami mengunjungi salah satu air mancur yang masih jarang pengunjungnya loh 🙂 Suasananya juga sepi, asri, dan air terjunnya cukup tinggi. Indonesia memang keren. Setelah puas bermain di air terjun akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke rumah salah satu saudara Olik, yaitu neneknya. Kami bermalam di rumah nenek, meskipun rumahnya hanya berbilik bambu tetapi suasananya itu membuat saya sangat rindu. Rumah nenek dekat dengan aliran sungai dan hamparan sawah. Bayangkan kawan hanya ada gemericik air sungai dan suara jangkring yang menghiasi malam kami.

Memang berat meninggalkan Jampang, udaranya yang sejuk serta warganya yang ramah mebuat kami betah berlama-lama di sana. Nenek juga berpesan jika saya ingin ke Ujung Genteng wajib mampir ke tempat beliau, jangan sungkan kalau kata Nenek. Nek, semoga nenek sehat terus dan panjang umurnya. Agar kita bisa berjumpa lagi yah Nek 🙂 Saya tidak sabar untuk mengunjungi nenek lagi. Sorenya, dengan berat hati kami pun berkemas untuk meninggalkan Jampang, menuju Depok. Our home sweet home

DSC_0526

Bannya bocor 😥 di tengah hutan pula…

DSC_0556

Akang Monon mah selfie terusssss

DSC_0587

Rehat sejenak untuk ngopi dan makan jagung bakar 

Perjalan pulang kami sedikit berbeda, karena kami membawa rindu selama tiga hari dari Jampang. Saat pulang kami melewati jalur Pelabuhan Ratu, Sukabumi, memang agak sedikit jauh dan memutar tetapi sensasi track yang curam membuat perjalanan semakin menarik ha.ha.ha … Jam 03.00 WIB kami sampai Depok, sebelumnya motor sempat mogok di Parung, Bogor. well, see you again Ujung Genteng 🙂 ….

Standard